Senin, 29 Oktober 2012

Jawa Tengah Sebagai Benteng Pancasila


MENANGGAPI DAN MENINDAK LANJUTI
 PENCANANGAN  BAPAK GUBERNUR JAWA TENGAH SEBAGAI BENTENG PANCASILA
Sekertariat : jembrak RT.1/RW.4, Kecamatan Pabelan
               Kabupaten Semarang – Jawa Tengah
                Telepon : 085641472507 – 085640909358
            Email : esebtha@yahoo.com Web : tangandewa.blogspot.com

JAWA TENGAH SEBAGAI BENTENG PANCASILA

TANGGAPAN DARI RAKYAT AKAR RUMPUT JAWATENGAH  
Perjuangan Nasional kita adalah perjuangan lahir dan batin, perjuangan lahir menghasilkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan perjuangan batin menghasilkan berbagai landasan Kejiwaan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, semua hasil perjuangan itu merupakan “Produk Perjuangan Bangsa Indonesia”, Namun karena penjajahan kapitalis imperial modern yaitu Sistim Penjajahan Politik oleh pemenang Perang Dunia ke II sebagai sistim penjajahan baru yaitu metamorfosa dari sistim penjajahan kapitalis kolonial dan penjajahan fasisme, maka setelah Indonesia Merdeka dan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ketika membentuk Pemerintahan Negara Indonesia Produk- Produk Perjuangan Bangsa itu tidak dipakai dalam Penataan dan Penyelenggaraan Negara Indonesia, Pancasila dan UUD 1945 disisihkan  kemudian Persatuan Nasional dirusak dengan senjata politik adu domba sebagai ilmu untuk melestarikan penjajahannya.

Penjajahan Politik itu telah merampas Kemerdekaan Politik untuk menata dan menyelenggarakan negara dengan Sistim Tatanegara Indonesia Produk Perjuangan Bangsa sendiri, dengan begitu Gugurlah Negara Kebangsaan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia dan gugur pulalah Kedaulatan Rakyat atas negerinya sendiri terkubur dalam Ibu Pertiwi Indonesia, Inilah akar permasalahannya mengapa Cita-cita Nasional kita belum nampak keterujudannya sampai saat ini masih merupakan fenomena nasional yang segera harus diungkap dan dibedah untuk dimengerti dan dipahami oleh segenap bangsa ini terutama pemuda, mahasiswa, calon-calon pemimpin dan Pemimpin Indonesia kedepan supaya Sistim Penjajahan ini dihentikan.

Sebagai Rakyat akar rumput Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Kajian Pancasila dan Ketatanegaraan Indonesia bersama Komite Penegak Kedaulatan Rakyat Indonesia menyambut sangat positif dan menindak lanjuti Pencanangan Gubernur Jawa Tengah Bapak Bibit waluyo bahwa Jawa Tengah sebagai BENTENG PANCASILA, sebab menurut hemat kami memang sudah saatnya kita Bangsa Indonesia ini harus segera menyadari dan harus berani kembali kepada produk-produk Perjuangan Bangsa sendiri, [“bali ndeso mbangun deso”] sebab hanya didalam Pancasila itulah 100 % sudah ada bahan obat- obatan dari segala macam penyakit bangsa, sudah ada solusi terhadap krisis nasional kemelutnya negara kita sekarang ini dan sudah ada Sistim Dasar untuk mengujudkan cita- cita Nasional, dimulai dari Jawa Tengah sebagai porosnya supaya setiap Pemimpin Indonesia kedepan dari Presiden sampai Kepala Desa dan semua wakil rakyat harus mengerti, memahami Pancasila dan Ketatanegaraan Indonesia beserta segala perabot berdirinya Negara Indonesia merdeka, mengerti dan memahami Sejarah Perjuangan Bangsanya, dapat menghargai Produk-Produk Perjuangan Bangsanya, menghormati jasa- jasa Pahlawan Pejuang Bangsanya sebagai persyaratan utama atau kreteria fondamental bagi pemimpin dan calon pemimpin Indonesia yang tidak boleh dilupakan lagi.

Bangsa Indonesia adalah Bangsa Kesatuan, Tanah Air Indonesia adalah Tanah Air Kesatuan dan Bahasa Indonesia adalah Bahasa Kesatuan, ini hasil momen Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang patut kita agungkan sebab kelanjutan dari itu lahirlah produk- produk perjuangan Bangsa Indonesia yang menjadi persyaratan berdirinya negara yaitu:

1.       Terbentuknya Persatuan Nasional lahir dan batin
2.       Terbentuknya falsafah pemersatu bangsa yaitu Bhineka Tunggal Ika,
3.       Terbentuknya janin Negara Kesatuan Republik Indonesia,
4.       Terbentuknya Dasar Negara Indonesia merdeka,
5.       Terbentuknya rancangan Konstitusi Negara Indonesia merdeka,
6.       Terbentuknya Bendera Negara Indonesia yaitu Merah Putih,
7.       Terbentuknya lagu Kebangsaan Negara Indonesia yaitu Lagu Indonesia Raya,
8.       Terbentuknya lambang Negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila, dan
9.       Terujudnya Negara Indonesia merdeka, bersatu dan berdaulat yang dideklarasikan tanggal 17 Agustus      1945. 


Semua Produk Perjuangan Bangsa tersebut harus kita hormati, kita hargai dan harus kita peluk sebagai Kepribadian Nasional, hanya dengan Kepribadian Nasional inilah Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan berjiwa besar.

Oleh sebab itu kami bukan hanya mendukung, tetapi apa yang kami peroleh dari proses pencermatan terhadap kandungan Kejiwaan didalam Pancasila dan Mukadimah UUD 1945 dan proses sejarah kelahirannya sebagai tanda hormat dan bakti kami kepada Leluhur Pejuang Pahlawan Bangsaku, serta kecintaan kami kepada Bangsa dan Negara Indonesia, maka walaupun hanya semenir gabah seujung rambut temuaan-temuan kecil yang kami bawa dengan sukarela tanpa pamprih imbalan apapun akan kami sumbangkan sebagai sumbangan pemikiran untuk bangsaku dan untuk lebih memberikan makna Jawa Tengah sebagai BENTENG PANCASILA dalam ikut serta menjadi pagar pengawal mengantar Bangsa Indonesia memasuki pintu gerbang Pembangunan Dunia Baru yang bersih dari segala bentuk penjajahan dan penindasan yang  didalamnya dihuni oleh suatu bangsa yang berjiwa besar yang mampu mengujudkan Amanat Penderitaan Rakyat sampai puncak kejayaannya. 

POKOK POKOK KAJIAN

       Lima Prinsip Dasar Cita-cita Nasional

1.     Kita mencita- citakan memiliki suatu Negara Indonesia yang merdeka, bebas dari segala bentuk penjajahan dan penindasan manusia oleh manusia, bangsa atas bangsa lain.
2.   Kita menghendaki terujudnya kebebasan suatu bangsa didalam mengatur kehidupan negerinya sendiri, tanpa campur tangan bangsa lain.
3.    Kita menginginkan suatu kebebasan didalam melaksanakan kehidupan atas dasar kultur bangsa sebagai dasar moral kehidupan bangsaku.
4.  Kita menginginkan kehidupan suatu bangsa yang menjamin kebebasan memeluk keyakinan pribadinya masing- masing orang untuk mengujudkan keimanannya kepada sang pencipta dengan caranya masing- masing tanpa pengaruh dan tekanan oleh siapapun atau golongan manapun.
5.   Kita mendambakan suatu kehidupan bangsa yang bisa mempersatukan kehendak,pikiran dan tujuan serta bersama- saama mengukuhkan Iman kebangsaannya didalam usaha mengujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir maupun batin, terujudnya keadilan dan kemakmuran yang sejati, serta terujudnya keamanan dan ketentraman masyarakat bangsa Indonesia sebangai Bangsa Kesatuan, tanah air Indonesia sebagai tanah air kesatuan dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan.

Lima Prinsip Dasar itu telah diyakini kebenarannya dan mutlak untuk diperjuangkan terujudnya, dasar kejiwaan ini telah meresap didalam sanubari sebagai Paham Bangsa yang kemudian kita sebut sebagai Nasionalisme Indonesia. setiap bangsa diseluruh dunia ini juga mempunyai cita- cita yang sama dengan kita, bahkan setiap manusia juga mendambakan terujudnya, jadi Nasionalisme kita adalah Internasionalisme sekaligus adalah ismenya kemanusiaan.

Sabtu, 27 Oktober 2012

kaum ibu bicara untuk bangsanya (28 oktober 2012)


Konggres Komite Ibu Bangsa ke 1
Kaum Ibu bicara untuk Bangsanya
84 tahun Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
67 tahun “didepan pintu gerbang” kemerdekaan negara indonesia yang merdeka,bersatu,berdaulat,adil dan makmur..pemb.UUD 1945.

Grompol,Kab.Semarang 28 Oktober 2012.
 Kekayaan Ibu pertiwi, ternyata bukan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat seperti yang sudah diamanatkan oleh UUD 1945,tetapi justru dibuat rayahan dikorupsi untuk kepentingan pribadi, sementara kehidupan rakyat semakin banyak yang menindas dan memeras.
Ibu-ibu peserta kongres yang kami hormati ...

Tuntutan kenaikan upah buruh terus terjadi karena apa ?, karena kebutuhan pokok terus menanjak naik,sehingga upah tidak bisa mencukupi kebutuhan makan, apa lagi kebutuhan sekolah dan kesehatan anak-anaknya

Kalau penyelenggara negarapun sudah tidak bisa mengendalikan harga untuk melindungi rakyatnya,hanya operasi-operasi pasar sekilas justru sebagai bukti dari ketidakbisaan mengendalikan harga. Kemudian sebenarnya yang berkuasa atas negara ini siapa, apakah uang atau barang ?
Ibu-ibu....
Dalam sistem Kedaulatan Rakyat mestinya semua wakil rakyat adalah merupakan abdinya rakyat,misionernya rakyat yang bertugas untuk melaksanakan kehendaknya rakyat yang sudah dituangkan dalam Dasar Negara Pancasila dan UUD 1945 dan harus tunduk pada rakyat serta harus bertanggung jawab kepada rakyat. Kalau misalnya rakyat menghendaki harga BBM turun, tidak ada pilihan lain kecuali menurunkan harga BBM sebab yang punya kehendak adalah pemilik BBM.

Kalau kondisi tatanan negara sudah demikian maka rakyat pemilik negeri ini MENGGUGAT ! untuk meminta pertanggungan jawab kepada wakil rakyat yang membuat tatanan negara yang tidak menempatkan rakyat sebagai pemilik negara. Tetapi hanya sebagai konsumen dan kuli dinegerinya sendiri. Hal ini bukan hanya tersesat tetapi pengkhianatan terhadap konstitusi nasional UUD 1945.
Demikian ibu-ibu yang bisa kami sampaikan lebih dan kurangnya kami mewakili buruh perusahaan Minta maaf,sekian MERDEKA ! 
ACARA KONGGRES IBU – IBU RUMAH TANGGA SEBAGAI IBU BANGSA KE I
 MC.Acara : oleh I K A  C A H Y A W I N A T A

Para sesepuh tokoh tokoh pejuang nasional....yang kami hormati.
Ibu – ibu rumah tangga rakyat seluruh indonesia dimanapun berada...yang kami mulyakan.
Para pelajar,mahasiswa dan Pemuda-pemudi satu bangsa,satu tanah air dan satu bahasa... yang kami cintai.  MERDEKA !
Atas Berkat dan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa pada hari ini,sebagai tanda hormat dan bakti kita kepada para pejuang kemerdekaan yang telah gugur,para pahlawan yang mendirikan negara ini dan semua para leluhur bangsa pejuang. Pada hari ini, Hari : minggu tanggal 28 Oktober 2012. Didusun grompol,Kab. Semarang.
Bersamaan dengan 84 tahun Peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sebagai momen agung bangsa indonesia. Dan 67 tahun rakyat didepan pintu gerbang kemerdekaan negara indonesia yang merdeka,bersatu,berdaulat,adil dan makmur.
Kita dapat menyelenggarakan KONGGRES KOMITE IBU BANGSA yang Pertama. Dengan tema :”KAUM IBU BICARA UNTUK BANGSANYA”.
Dengan acara sebagai berikut :
1.       Pembukaan
Konggres ibu-ibu-rumah tangga sebagai komite ibu bangsa dibuka oleh Ibu...........................................mewakili ibu-ibu rumah tangga rakyat seluruh indonesia.
2.       Menyanyikan bersama lagu kebangsaan INDONESIA RAYA,dipimpin oleh ibu.DIYAH AYUNIATARA..............
3.       Berdoa dengan mengheningkan cipta untuk para pahlawan pejuang kebangsaan indonesia dan untuk memohon restu kepada para leluhur pejuang,sukma-sukma pejuang agar konggresnya kaum ibu rumah tangga sebagai ibu bangsa hari ini menjadi tapak kaki ibu bangsa yang akan ditapak juga oleh anak-anak bangsa indonesia.OLEH : IBU SLAMET
4.       Geguritan yang akan disampaikan oleh........Bpk W A S I M A N  sebagai paseksen dan pejuang veteran.
5.       Acara inti KONGGRES KOMITE IBU BANGSA dengan tema KAUM IBU BICARA UNTUK BANGSANYA. Yang akan dimoderatori oleh : ibu..K A R I L I A  N U R O H M A H
6.       Pembacaan Kesimpulan dan rekomendasi oleh ibu. P I N A R I A T I
7.       Ikrar kaum ibu rumah tangga rakyat seluruh indonesia “sebagai Ibu Bangsa”.dipimpin oleh :
8.       Menyanyikan lagu padamu negeri. DIYAH AYUNIATARA
9.       Penutup dengan berjabat tangan satu sama lain seluruh peserta konggres kaum ibu rumah tangga sebagai tanda mengembalikan persatuan nasional untuk membangun dunia baru.

Demikian acara konggres ibu bangsa dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda ke 84.Grompol,kab. Semarang 28 Otober 2012. 

MODERATOR atau pemimpin konggres.
Oleh ibu...................K A R I L I Y A  N U R O H M A H. Diiringi instrumen ibu pertiwi.

Ibu-ibu rumah tangga peserta konggres ibu bangsa yang kami hormati.....
Para sesepuh pejuang, para bapak, para pelajar,mahasiswa,pemuda sebagai peninjau yang kami mulyakan.

MERDEKA !
Sudah 84 tahun sejak ada kongres pemuda dan Sudah 67 tahun kita memiliki negeri,tetapi baru tahun 2012 ini bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 baru sekarang ini ada konggres komite ibu bangsa yaitu konggresnya kaum ibu rumah tangga rakyat yang mau ikut bicara untuk bangsanya.
konggres kaum ibu bangsa yang pertama ini dilaksanakan didesa kecil grompol kaki gunung merbabu ditimur kali setro dan pesertanya bukan kaum akademisi atau kaum intelektual tetapi ibu-ibu rumah tangga yang hidup didesa-desa dan tidak berpendidikan tinggi.

 Ibu-ibu,para sesepuh,bapak-bapak,kaum muda dan remaja bahwa yang akan disampakan ibu-ibu rumah tangga kepada bangsanya dalam konggres hari ini adalah bukan lagi suara buku tetapi adalah suara jiwa yaitu “Jiwanya Ibu Bangsa”persoalan memenuhi kebutuhan hidup didalam negerinya sendiri yang benar-benar dialami dan dirasakan oleh kaum ibu rumah tangga rakyat. Yang sudah berjalan 67 tahun sejak mendirikan negara indonesia merdeka 17 Agustus 1945.
Penyampaian makalah dibagi menjadi 4 makalah yang akan disampaikan oleh juru bicara masing-masing menurut mata pencaharianya ibu-ibu rumah tangga. .
Ibu-ibu dan saudara-saudara peserta konggres yang kami hormati...
Saya dibantu oleh 2 putri sebagai notulis yaitu : I S T I  R E T N O ANGGRAINI DAN......... selanjutnya sebelum makalah disampaikan oleh juru bicara perwakilan masing-masing ibu-ibu rumah tangga menurut mata pencahariannya,...akan disampaikan terlebih dahulu landasan pikiran mengenai “Komite Ibu Bangsa” Yang akan disampaikan oleh Ibu C R I S T I N I N G S I H ,untuk itu kepada Ibu kami persilahkan menyampaikan penjelasannya ditempat yang sudah disiapkan kurang lebih waktunya 15 menit. ......masih instrumen ibu pertiwi........................................................
..........demikian ibu-ibu rumah tangga peserta konggres,prinsip-prinsip yang perlu digaris bawahi sebagai landasan pengertian mengenai komite Ibu bangsa,bahwa indonesia adalah negara kesatuan, negara yang berkedaulatan rakyat dan sekali negara kesatuan tetap harus kesatuan.
Untuk selanjudnya penyampaian makalah pertama yang akan disampaikan oleh “Ibu Sri Sundarsih”mewakili kaum ibu pada umumnya..... silahkan ibu. ..waktunya kurang lebih 10 menit. ....................instrumen ibu pertiwi.

......itulah makalah pertama, barang kali peserta konggres ada yang langsung ingin menanggapi,...bertanya,mengusulkan,menyetujui atau menambahkan,kritik dan saran dipersilahkan dengan menunjukkan jari.....sebutkan nama,kemudian mau bertanya atau komentar,.....dan semua akan ditulis oleh notulis yaitu sdri:...
Untuk selanjutnya penyampaian makalah kedua. Yang akan disampaikan oleh ibu “Yuyun Ayu Lestari” dengan judul makalah adalah “Uanglah yang berkuasa”.waktunya sama kurang lebih 10 menit.[setelah selesai ......................nyanyi bersama ibu pertiwi dipimpin derigen.

Tanya jawab------------------------------------
Untuk selanjutnya penyampaian makalah ketiga, yang akan disampaikan oleh Ibu “Sugiarti”.mewakili buruh perusahaan. Waktunya juga sama 10 menit. Makalahnya diberi judul Nasipnya rakyat miskin yang hidup ditanah airnya yang kaya raya.
Tanya jawab-----------------------------------------
Untuk selanjutnya penyampaian makalah yang keempat yang akan disampaikan oleh ibu-------------
Mewakili ibu-ibu rumah tangga petani.
----------------------------------------------

Demikian para peserta konggres komite ibu bangsa yang pertama penyampaian makalah,pembahasan.pertanyaan ,tanggapan dan usulan sudah dirangkum semua oleh notulis yang nanti akan disampaikan sebagai kesimpulan dan rekomendasinya oleh ibu---------------------
Sebagai moderator saya minta maaf apabila masih banyak kekurangan disana-sini, karena saya juga baru pertama ini menjadi moderator konggres semoga hari ini bagi saya merupaka pengalaman yang sangat berharga. ..............sekian saya kembalikan kepada pengacara....Merdeka !.

28 oktober 2012 "KOMITE IBU BANGSA"


Sambutan KOMITE IBU BANGSA
              Wara-warasandi negara bangsa
Bapak dan ibu,para sepuh dan tokoh masyarakat yang kami hormati...
Seluruh kaum wanita dan ibu-ibu yang kami banggakan yang sudah hadir ditempat ini, kaum Ibu bangsa yang melahirkan anak-anak bangsa dimanapun berada.....
Terimalah salam Kebangsaan,....”MERDEKA”!
Salam hormat dan salam sejahtera untuk kita semua.

Atas Berkat dan Rahmat Allah yang Maha Kuasa, kita dari rakyat kecil ibu-ibu rumah tangga dapat ikut serta memperingati hari besar Nasional yaitu hari Sumpah Pemuda, yang kita laksanakan hari ini Minggu 28 oktober 2012.

Dan pada hari ini pula, kita ibu-ibu rumah tangga dari Rakyat yang hidup didesa lereng-lereng gunung merbabu dan gunung ungaran di-kabupaten semarang jawa tengah dapat mengadakan Konggres yang pertama sebagai Ibu Bangsa. 
Kami mewakili ibu-ibu perlu menyampaikan terlebih dahulu apakah Ibu bangsa itu yang pernah kami dengar dari bapak Budi Suroso sesepuh Forum Kajian Pancasila dan Ketatanegaraan Indonesia.

Pertama-tama Disini ada tulisan “Komite Ibu Bangsa”.
Apakah Komite Ibu Bangsa itu ?
Ibu-ibu yang kami hormati....Komite Ibu Bangsa itu hanya sebagai wahana temu yaitu bertemunya kaum ibu, bicara untuk bangsanya.

Bertemunya kaum Ibu yang mencintai negaranya sendiri, bertemunya kaum Ibu yang merasa diri mempunyai wajib untuk ikut serta mengujudkan Persatuan Nasional sebagai Sistem Tatanan Kehidupan Bangsa Indonesia,bertemunya kaum Ibu yang ingin berjuang bukan hanya untuk mengangkat derajat dan martabat kaumnya saja tetapi juga mau ikut mencari solusi terhadap krisis nasional ketatanegaraan indonesia sekarang ini, dengan Menegakkan Kedaulatan Rakyat. 

Jadi Komite Ibu Bangsa itu bukan organisasi Partai Politik, bukan bagian dari partai politik, bukan organisasi kesukuan,bukan organisasi keagamaan,kepercayaan tetapi sebagai wahana pendidikan Kebangsaan,wahana untuk mengerti dan memahami Pancasila dan Ketatanegaraan Indonesia wahana untuk membangun kesadaran nasional sebagai pemilik negara yang bertanggung jawab.

Ibu-ibu....
Selanjutnya,...... dalam tema ada istilah ibu bangsa....“siapakah yang dimasud Ibu Bangsa itu”?
Disebut sebagai IBU BANGSA, itu bukan hanya “seseorang” yang kebetulan menjadi permaisuri Presiden kemudian disebut sebagai ibu bangsa,...Bukan!
Tetapi IBU BANGSA adalah merupakan KESATUAN yaitu,kesatuannya ibu-ibu rumah tangga rakyat seluruh Indonesia tanpa pandang bulu,suku,ras,agama,kepercayaan dan sebagainya....itulah yang dimaksud Ibu Bangsa.

Ibu-ibu yang kami hormati......kita ini adalah Bangsa Indonesia.
.Siapakah yang disebut bangsa Indonesia” ?
Di negeri kita ini hanya ada 2 orang yaitu kaum bapak dan kaum Ibu, laki-laki dan perempuan itu yang disebut bangsa dan yang disebut bangsa  Indonesia itu adalah BANGSA KESATUAN.

Demikian juga yang disebut RAKYAT INDONESIA YANG BERDAULAT ATAS NEGARA itu juga laki-laki dan perempuan. Jadi kaum ibu-ibu rumah tangga rakyat seluruh indonesia ibu-ibu rumah tangga yang diruangan inipun harus merasa berdaulat atas negara indonesia.
Kemudian kalau begitu...”apakah yang dimaksud KEDAULATAN RAKYAT’ ?

IBU- IBU YANG TERHORMAT...... 
Kedaulatan Rakyat dimaksud, adalah “kekuasaan yang tidak boleh ditawar dan diganggu-gugat oleh siapapun orang bangsa asing maupun bangsa sendiri bahwa :NEGARA INDONESIA ITU DIMILIKI BERSAMA SELURUH RAKYAT INDONESIA.termasuk ibu-ibu rumah tangga indonesia, kaum wanita indonesia apapun nama komunitasnya yang terhormat atau yang terhina hidup sebagai tuna wisma,tuna susila dan macam-macam tuna, tetapi itu adalah “Pemilik NEGARA INDONESIA”.yang memiliki hak bicara juga untuk negaranya.
Ibu-ibu rumah tangga...
NEGARA INDONESIA adalah milik rakyat,...
Yang dimiliki RAKYAT atas negara Indonesia itu apa ?
Sedangkan NEGARA itu terbentuk oleh,keberadaan tanah air dengan segala kekayaan alamnya,itu yang pertama,..yang kedua, keberadaan orang-orang sebagai penghuni tanah air itu yang disebut bangsa, dan yang ketiga disebut sebagai bangsa yang bernegara itu harus ada “Peraturan” untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara yang disebut UNDANG-UNDANG DASAR,.
Jadi yang didaulat oleh rakyat itu adalah; tanah air beserta kekayaan alamnya, ada hutan,minyak ,emas,hasil laut,hasil bumi dan lain-lain, kemudian segala aspek kehidupan bangsa yaitu politik,ekonomi,sosial budaya dan undang-undang dasar itulah yang harus didaulat atau dikuasai oleh seluruh rakyat indonesia. tetapi....ibu-ibu....selama ini yang namanya rakyat itu adalah “Konsumen”, punya sebidang tanah itu membeli,air juga harus beli, kayu untuk mendirikan rumah juga beli kalau tidak bisa membeli sampai sekarangpun masih banyak kaum ibu yang tidak memiliki sebidang tanah untuk mendirikan rumah...
Jadi menurut UUD Negara Indonesia NKRI itu adalah milik kita bersama, termasuk juga milik seluruh ibu-ibu rumah tangga yang miskin sekalipun adalah pemilik negeri, tetapi mengapa bisa terjadi kaum ibu-ibu banyak yang dijual untuk mendapatkan devisa ? inilah perlunya mengapa Kaum ibu harus bicara untuk bangsanya sekarang ini.
Ibu-ibu bangsa peserta konggres dan ibu-ibu diseluruh tanah air ...
Sekali lagi kami sampaikan bahwa Bangsa Indonesia itu adalah “Bangsa Kesatuan Jiwa dan Raga” dan negara indonesia adalah “Negara Kesatuan”maka pondasi dan rumah adalah satu bangunan yang tidak bisa dipisahkan.demikian juga ketatanegaraan indonesia dan Pancasila adalah satu bangunan .
Kalau dipisahkan maka indonesia bukan kesatuan lagi tetapi pasti carut marut dan berantakan. Seperti sekarang ini. Yang punya uang menang tambah kaya dan jaya yang mlarat kalah dan tempatnya salah menjadi kranjang sampah dikandang bubrah.
Ingat !!.. jangan dilupakan apa yang sudah menjadi sumpah serapahnya para leluhur bangsa indonesia, pada Tanggal 28 Oktober 1928 yaitu 84 tahun yang lalu leader-leader bangsa Kesukuan mengadakan Konggres yang menelorkan 3 kesepakatan yang kemudian disebut “Sumpah Pemuda” yaitu:
1.     Bangsa-bangsa kesukuan dari berbagai suku yang tersebar diseluruh Indonesia disatukan menjadi Bangsa Kesatuan yaitu Bangsa Indonesia.
2.     Tanah Air Kesukuan dengan segala kekayaan alam yang terkandung didalamnya disatukan menjadi Tanah air Kesatuan yaitu Tanah air Indonesia.
3.     Mensepakati bahasa kesukuan Melayu menjadi Bahasa Kesatuan yaitu Bahasa Indonesia.

Ketiga kesepakatan inilah yang kita angkat sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa yang kita sebut sebagai “Bhinneka Tunggal Ika” .

Ibu-ibu.....
Sumpah Pemuda itu diadakan ditengah-tengah kancah perjuangan bangsa Indonesia merebut kedaulatan atas tanah air dengan segala kekayaan alamnya dari tangan penjajahan kaum kolonial Belanda. Peristiwa itu patut kita angkat sebagai momen agung,produk besar perjuangan bangsa indonesia dengan kesadaran bahwa tanpa Persatuan Nasional tidak mungkin perjuangan akan berhasil dan kelanjutan dari Sumpah Pemuda itu lahirlah produk-produk Perjuangan bangsa Indonesia lainnya seperti ada naskah Dasar Negara, ada rancangan konstitusi negara Indnesia,ada bendera negara yaitu Merah Putih, ada lagu Kebangsaan Indonesia Raya, ada lambang negara yaitu garuda Pancasila   yang menjadi piranti berdirinya Negara Indonesia Merdeka,bersatu,berdaulat,adil dan makmur.
Tetapi ketika Indonesia merdeka,kemudian pada saat membentuk Pemerintahan Negara Indonesia datanglah penjajahan baru dengan politik adu-dombanya yang baru pula sehingga produk-pruduk perjuangan bangsa sendiri disisihkan.
Pada hari ini ditegah-tengah kontradiksi sosial dan kontradiksi antar kelembagaan negara dengan masalah korupsi yang mewarnai kondisi nasional kita sekarang ini, Minggu tanggal 28 Oktober 2012 kita kaum wanita Indonesia menunaikan kewajiban sebagai yang merasa ikut memiliki negara menggunakan hak bicara untuk membangun kembali “Persatuan Nasional lahir dan batin”demi terujudnya cita-cita bersama yaitu memiliki negara Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur .
Demikian ibu-ibu “wara-warasandi negara bangsa”yang dapat kami sampaikan,mudah-mudahan berguna untuk pencerahan pikiran kaum Ibu Bangsa dalam menunaikan kewajiban yang mulia, apapun yang dilahirkan dalam konggres pertama kaum wanita sebagai Ibu Bangsa hari ini walaupun hanya semenir gabah seujung rambut sumbangan pikiran ibu untuk membangun bangsa adalah juga sebagai tapak Ibu“yang akan ditapak juga oleh anak-anak bangsa nanti. Baik dan buruknya,surga atau nerakanya nasip bangsa kedepan terletak pada apa yang dijangkah, dilakukan dan diperbuat oleh Ibu Bangsa hari ini. Itulah mungkin makna dari istilah surga dan neraka terletak di kaki Ibu.untuk bangsaku. ...........sekian !..Salatiga 28 Oktober 2012
Merdeka !


Makalah pertama :”IBU BANGSA BERTANYA KEPADA ANAK-ANAK BANGSANYA”
Ibu-ibu peserta konggres ibu bangsa yang kami hormati....
Nama saya : S R I  S U N D A R  S I H, dari bawah gunung gendol,anakan gunung ungaran.
Dalam sidang ini, kami mewakili ibu rumah tangga pada umumnya, kami akan “mulai bicara sebagai Ibu”, dan terlebih dahulu kami mau bertanya kepada seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada, bertanya kepada seluruh rakyat Indonesia baik laki-laki maupun wanita saudara-saudari semua yang hadir dalam sidangnya kaum ibu bangsa ini.
Dengarkan dengan sungguh-sungguh pertanyaan Ibumu ini :
“apakah ada diantara bapak-bapak dan ibu-ibu ini yang tidak lahir dari seorang Ibu”?
Jawabannya tidak ada !
Sekali lagi kepada bapak-bapak yang ada dibelakang itu kami mohon kedepan sini sebentar, ya 3 orang saja, ..... kami mau bertanya : apakah bapak-bapak ini dulu juga lahir dari ibu ?,...apakah bapak – bapak mengerti kapan dan bagaimana lahirnya ? ..apakah bapak-bapak pernah merasakan betapa sakitnya Ibu melahirkan ?
ibu-ibu rumah tangga yang mulia.....
Semua bangsa Indonesia,laki-laki dan wanita dan bangsa-bangsa yang sekarang hidup dibumi ini, baik yang menjadi Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati,Wali kota, camat, Lurah, Tentara, Polisi, Hakim, Jaksa, Pengacara maupun yang menjadi petani, buruh, pedagang, tukang becak, pemulung sampah baik yang terhormat maupun yang terhina dikolong-kolong jembatan.
Mereka semua itu,  “Lahir dari Rahim Ibunya”. Kaum Ibulah yang telah melahirkan anak-anak Bangsa Indonesia.
Peserta konggres Ibu bangsa yang terhormat,.....
Selama ini kita ibu-ibu rumah tangga rakyat Indonesia hanya diam menahan kesabaran, kita hanya sebagai konco wingking ,urusan orang belakang yang dianggap tidak wajib mengerti urusan bangsa, tidak perlu mengerti urusan negara sebab urusan bangsa dan negara dianggap hanya urusan bapak-bapak kaum laki-laki.
Selama ini kita sebagai Ibu bangsa belum pernah bicara untuk bangsaku, hanya kalau menggerutu gerundelan itu setiap hari karena merasakan makin beratnya memenuhi kebutuhan pokok untuk melestarikan hidup, gerundelan dengan harga-harga kebutuhan terus naik sementara pendapatan sebagai tani, buruh,nelayan,pedagang kaki lima, pedagang keliling dan sebagainya semakin tidak pasti kadang dapat kadang tidak, kadang panen kadang gagal.

Kita sebagai petani yang memproduksi beras tidak bisa menetapkan harga sendiri,padahal kalau pabrik-pabrik dan perusahaan yang menetapkan harga pasti yang memiliki pabrik. Tetapi pabrik beras yang menetapkan harga beras adalah yang bukan petani tetapi tengkulak. Jadi ....ibu-ibu....kalau gerundelan itu sudah biasa tetapi kalau sebagai Ibu Bangsa bicara untuk bangsanya itu juga baru sekarang ini, karena ada konggres kaum Ibu bangsa.
Mengapa baru sekarang ?
Dengan melihat kondisi nasional negeri kita,carut-marut, ketatanegaraan yang tumpang tindih,banyak wakil rakyat dan para fungsional disemua kelembagaan negara terlibat korupsi sampai ada fungsional departemen Agama sebagai pengawal moral baik bagi bangsapun ada yang terlibat korupsi pengadaan kitab suci.
ini betul-betul sangat memprihatinkan ditambah dengan kontradiksi antar lembaga penegak hukum ,kontradiksi antar kelembagaan negara lainnya ditambah kontradiksi sosial  tawuran antar pelajar,tawuran mahasiswa tawuran antar warga dimana-mana belum lagi kekayaan bumi dan air indonesia tidak lagi sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat tetapi banyak juga dikorupsi adalah betul-betul terjadi krisis pemimpin yang bisa mempersatukan bangsa, seperti negeriku diujung kehancuran.

Dengan melihat itu kami kaum Ibu Indonesia.sudah tidak bisa tinggal diam lagi,penderitaan ibu sudah tidak bisa tertahannkan kesabaran Ibu pertiwipun ada batasnya.sudah 67 tahun cita-cita bangsaku belum ujud dan sudah 67 tahun pula kami kaum ibu bangsa “hanya didepan Pintu Gerbang Kemerdekaan Indonesia”.[dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan negara indonesia....pembukaan UUD 1945.]

Ibu-ibu....Dengan cucuran keringat,air mata dan dengan menumpahkan darah kami melahirkan anak-anak bangsa ini, dengan cita-cita luhur supaya anak-anakku menjadi satria utama yang berbudi luhur, berjiwa besar, mengerti sejarah perjuangan bangsanya, bisa menghargai jasa-jasa pahlawannya dan produk-produk perjuangan bangsanya sendiri tetapi sekarang ini justru sebaliknya....

Tidak cinta dan bangga terhadap rumah bangsanya sendiri tetapi lebih cinta dan bangga rumahnya bangsa asing, sistemnya bangsa asing, tidak bangga terhadap kebudayaannya sendiri tetapi lebih bangga dan merasa hebat memakai kebudayaan asing, berbahasa asing dan memakai bajunya orang asing.

Demikian saudari-saudari peserta konggres  yang dapat kami sampaikan sebagai materi persoalan bangsa yang perlu kita diskusikan untuk mendapatkan solusi yang akan kita sumbangkan sebagai sumbangan pikiran kaum ibu bangsa terhadap bangsanya.Salatiga,28 Oktober 2012. Sekian ...MERDEKA !
Makalah kedua : “KAUM MINTULTILINGPUN SEBAGAI IBU BANGSA”
Ibu Bangsa yang tersebar diseluruh penjuru tanah air dan Ibu-ibu peserta konggres yang kami hormati..
Nama saya : YUYUN S R I  L E S T A R I, dari Pasekan Ambarawa.
Kami mau bicara mewakili kaum ibu yang disetempel sebagai mintultilung.
Ibu-ibu yang terhormat........Ketika ekonomi, pendidikan dan kesehatan sudah menjadi barang dagangan, antara sekolah, rumah sakit dan perusahaan tidak ada bedanya, kecerdasan dan obat – obatan dijual belikan untuk mencari uang,maka “semua adalah uang, dan uang”.
Uanglah yang berkuasa atas Dunia.
Kekuasaan Pemeintahan Negara dimanapun, semua sudah takluk, semua mengabdi kepada yang mempunyai uang, semua aspek kehidupan bangsa sudah terpimpin berjalan terarah dengan uang, semua wakil rakyat,semua pemimpin,semua rakyat, semua bangsa ini baik pria maupun wanita semua sudah anutannya uang. semua keinginan dan kesenangan manusia, mau baik ,mau suci, mau mulia mau menang, mau kuasa,mau benar bisa kesampaian dengan uang.
Dunia pikiran sudah terbalik,dan dasar negarapun dibalik juga “ Bukan Ketuhanan Yang maha Esa, tetapi Keuangan yang maha kuasa”. Sampai Nama Tuhanpun diembat untuk mencari duit. Nama Tuhan dibuat bungkus kemasan keculasan.

ibu-ibu yang kami hormati....
Lihatlah, ibu-ibu miskin yang menjai pengemis,lihatlah ibu-ibu yang mencari kesejahteraan sendiri dengan berjualan dipinggir-pinggir jalan,diemper toko-tokonya orang kaya justru digusur,digaruk diobrak-abrik dan gerobaknya dibakar oleh kekuasaan dengan dalih ketertiban dan kebersihan,kemudian dijalan-jalan ditanami bunga supaya indah agar para turis pelancong mancanegara betah disini.Lihatlah pasar-pasar rakyat juga digusuri kemudian didirikan mool.
 apakah patut sebagai wakil rakyat,sebagai pemimpin rakyat bangsanya sendiri yang harus mensejahterakan rakyatnya justru menjadi penindas ibu-ibunya sendiri demi pengabdiannya kepada orang asing yang mempunyai duit.
Untuk mencari kesejahteraan sendiri, tidak sedikit kaum wanita indonesia rela menjadi pajangan-pajangan sebagai alat untuk menjual barang, banyak juga kaum ibu indonesia pemilik negeri yang menjadi budaknya bangsa asing ,jadi tkw dan menjadi babunya bangsa sendiri untuk supaya bisa menyekolahkan anak-anaknya,walaupun sampai ada yang disiksa,disiram air panas,disetrika,ada juga yang diperkosa,dibunuh, digantung oleh majikannya, pulang tinggal nama justru dianugerahi sebagai “pahlawan devisa”. 
 Tidak sedikit kaum ibu Indonesia yang dengan “sangat terpaksa” menekan rasa malunya “menjual diri” kepada laki-laki hidung belang, kepada para peroyal asing maupun domestik dari hotel-hotel berbintang,rumah-rumah panti pijat sampai rumah bordil dipinggir-pinggir jalan, kemudian dicap sebagai “wanita yang bejat moral”,WTS,PSK,pelacur, mintultilung dan banyak lagi predikat-predikat yang dibuat oleh kekuasaan, kemudian digaruk dengan semena-mena tanpa peri kemanusiaan.
Padahal kaum bapak-bapak yang terhormat itu, juga mendapatkan “bagian penghasilannya”.
Dari sejak 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka didirikan sebagai negaranya rakyat sampai saat ini memang kami hanya diam menahan kesabaran, tetapi saat ini jangan main-main lagi.
Jangan coba-coba membohongi lagi kaum ibu Indonesia, sebab saat ini kami ibu-ibu rumah tangga rakyat dari ujung barat sampai ujung timur,termasuk kaum kami yang dicap sebagai orang yang bejat moralpun sudah mengerti semua akal-akal bulus, akal-akal buaya kaum laki-laki bapak-bapak yang terhormat itu.
Kami kaum ibu bangsa yang melahirkan anak-anak bangsa ini “tidak terima” !
Saat ini kami marah......!! Kalau perbuatan anak-anak bangsa ini,termasuk kaum mintultilung dikatakan sebagai perbuatan yang bejat moral kemudian diperlakukan semena-mena seperti binatang oleh bapak-bapaknya sendiri.
Mereka tidak bejat moral, mereka bukan binatang, mereka bukan sampah !
Mereka sangat terpaksa melakukan,supaya dapat menyekolahkan anak-anaknya, supaya anak-anaknya bisa makan, dapat melestarikan hidupnya, supaya kesejahteraan ekonominya terpenuhi sebab kaum bapak-bapaknya gagal tidak bisa mensejahterakan anak-anaknya.
 Kalau ada WTS, ada PSK, ada MINTULTILUNG,ada ayam ras,ada ayam kampung, kami kaum ibu bertanya sekarang :’mengapa tidak ada PTS[ Pria tuna susila ] ?..mengapa tidak ada pria bejat moral ,pria sampah masyarakat ?
Padahal yang justru paling banyak “bejat moralnya, tidak punya rasa malu” adalah kaum bapak-bapak, mengapa hanya kaum wanita saja yang menjadi keranjang sampah.?
 Ibu-ibu peserta konggres kaum ibu bangsa yang kami hormati....
bukan hanya ayam jantan saja yang bisa berkokok,tetapi sekarang ini, hari ini,detik ini ayam betinapun sudah berkokok ditempat ini sebagai pertanda sang penerang akan segera muncul untuk menguak habis semua bentuk sistem penipuan dan pembodohan rakyat. Yang berjalan selama ini.
Oleh sebab itu kami menyerukan kepada seluruh kaum mintultilung,kaum wts,kaum psk,kaum yang dicap bejat moral seluruh indonesia dan seluruh jagad ini tanpa pandang bulu, seluruh ibu-ibu rumah tangga rakyat “bangkitlah !, bangunlah dari tidur lelapmu”.
Siapakah yang harus berjuang untuk mengangkat harkat dan derajatmu sendiri, siapakah yang dapat memperjuangkan ibu kalau bukan kita sendiri sebagai ibu. Sudah banyak janji-janji dari kaum bapak, sudah banyak yang mengatasnamakan kaum ibu tetapi penipu.
Kita sudah kehilangan kepercayaan terhadap wakil rakyat yang sering mengumbar janji seperti angin surga, kita sudah lelah menunggu pahlawan penyelamat dari kalangan orang orang mulia dan orang-orang terhormat.
Kita kaum wanita, ibu-ibu rumah tangga inilah yang segera harus bangkit kesadaran sebagai ibu bangsa untuk berjuang mengankat nilai keibuannya sebagai ibu bangsa sendiri.melawan sistem penindasan dan ketidak-adilan dengan sistem persatuan dan kesatuan dengan menegakkan kedaulatan rakyat sebagai sistem penataan dan penyelenggaraan negara supaya indonesia benar-benar sebagai negara merdeka, bersatu, berdaulat,adil dan makmur.supaya seluruh ibu-ibu rumah tangga rakyat tidak ada lagi yang menjadi mintultilung dan budak-budaknya bangsa asing.
Sudah saatnya wakil rakyat sejati muncul dipersada bumi Indonesia...
Wakil kaum ibu harus dari ibu, wakil rakyat miskin harus dari miskin,wakil rakyat cebol harus cebol, wakil mintultilungpun harus mintul tilung, itu baru wakil rakyat yang sejati bukan palsu [ pinter bicara tapi tidak pernah merasakan penderitaan rakyat,tidak mengerti amanat penderitaan rakyat] hanya kepentingan sendiri dan kelompoknya saja yang diurus.

Tetapi bicara ibu dalam konggresnya yang pertama ini “ Suara Ibu sekarang bukan Suara Buku” seperti yang sudah disuarakan oleh wakil-wakil palsu selama ini.tetapi suara jiwa. Yaitu jiwanya Ibu Bangsa.

Sekian ,28 Oktober 2012. Konggres Ibu Bangsa pertama.
MERDEKA !  

Selasa, 23 Oktober 2012

makna perang yang sesungguhnya

Bisakah anda membedakan antara perdamaian dan perang? atau antara perang dan perdamaian? Jika diterjemahkan secara makna kosong maka arti dari perdamaian adalah suatu keadaan dimana suasana kehidupan suatu masyarakat bangsa itu dalam kondisi normal, tidak ada perang, terjadi hubungan yang harmonis antar masyarakat bangsa. Begitu pula sebaliknya kata perang atau peperangan berarti suatu keadaan dimana semua tatanan atau infra struktur kehidupan masyarakat menjadi kacau balau, suatu kondisi yang mencekam, air mata menjadi suatu pemandangan yang menyatu dengan suara letusan dan ledakan senjata.

Tapi menurut saya antara perdamaian dan perang atau peperangan itu merupakan 2 kata yang sama dan tidak ada bedanya. Jika kita telusuri lebih dalam makna dari kata "perdamaian" adalah suatu kondisi setelah perang, sedangkan kata "perang" adalah suatu kondisi setelah damai. Karena adanya kata perdamaian atau damai karena ada kata perang atau peperangan, begitupula sebaliknya adanya kata perang karna ada kata damai.

Sama halnya adanya laki-laki karena ada perempuan, adanya malam karena ada siang. Sebab di dunia ini hanya ada 2 hal yang tidak bisa dipisahkan, hitam-putih, baik-buruk, gelap-terang, setan-malaikat, dsb.


Pernahkan anda berpikir bahwa barang-barang yang anda gunakan saat ini, atau singkat cerita "tegnologi" yang anda gunakan saat ini adalah hasil dari suatu karya manusia yang dinamakan "perang". Motor, mobil, pesawat, telepon, ponsel, komputer, laptop dan masih banyak lagi adalah hasil dari perang. Harus kita sadari bahwa kita tidak bisa memusuhi adanya perang, karena dengan perang kita bisa seperti sekarang ini, perang membawa suatu perubahan fondamental kehidupan manusia di segala aspek kehidupan yang multi kompleks.  

Dunia ini sampai kiamatpun tidak akan pernah mencapai sesuatu yang dinamakan perdamaian, karena perdamaian adalah perang, perang adalah perdamaian. Perubahan sistem suatu negara tidak bisa bisa dilakukan dengan reformasi atau tambal sulam, perubahan fondamental suatu negara harus ada perang, harus ada korban, harus dengan darah dan air mata baru bisa mencapai tahap perubahan menuju ke arah yang diharapkan.

Saat ini saya menghendaki Indonesia dalam keadaan perang, karena jika tidak dalam keadaan perang maka mustahil Indonesia akan keluar dari krisis multidimensi yang melanda Indonesia. Korupsi di segala bidang yang menjangkit seperti virus mematikan, krisis moral, kemiskinan, arogansi umat beragama, dan masih banyak lagi permasalahan yang menumpuk di Indonesia. Ini harus revolusi ! bukan reformasi, reformsi tidak bisa menolong Indonesia dari kehancuran tapi malah menambah resiko kehancuran yang lebih besar bagi Indonesia. Saya menghendaki perang, perang dan perang.

Senin, 22 Oktober 2012

hukum Indonesia peninggalan penjajah


Seperti yang telah kita ketahui bahwa hukum yang berlaku saat ini di Indonesia masih memerlukan banyak pembaharuan karena dirasa sistem hukum yang ada saat ini tidak memihak kepada rakyat tetapi lebih memihak kepada penguasa. Kita tahu bahwa hukum di Indonesia ini adalah peninggalan kolonial, Hukum Penjajahan kolonial itu “hukum yang mengancam rakyat”.

Tidak ada hukum kolonial mengancam penjajahan, tidak ada penguasa terancam hukum, yang ada kekuasaan mengancam rakyat sebagai bangsa yang dijajah dengan hukum penjajahan. Jadi kalau sekarang ini ada istilah “penegak hukum”, aparat-aparat penegak hukum berarti menegakan hukum kolonial. 

Bukankah itu berarti juga “melestarikan hukum kolonial” sebagai hukum negara Indonesia merdeka ? hukum dengan pasal-pasal dan junto-juntonya semua diarahkan untuk mengancam rakyat. Tidak ada hukum kolonial yang mengancam Bupati, mengancam Gubernur, mengancam menteri sampai Presiden sebab saat itu aparat negara kolonial itu adalah semua aparat penjajahan.

Walaupun pernah dinyatakan didalam GBHN 1999-2002 (Tap MPR No. IV/MPR/1999, Bab III tentang visi dan misi) ditetapkan politik hukum nasional, yaitu “perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia berdasarkan keadilan dan kebenaran.

Dengan politik hukum ini, masyarakat hukum Indonesia hendak mewujudkan tata/sistem hukumnya sendiri, yaitu tata hukum Indonesia sebagai negara yang merdeka, dan bukan tata hukum kolonial yang telah menindasnya. Tetapi dalam implementasinya sampai saat ini negara Indonesia masih cenderung menggunakan hukum yang lebih memihak penguasa dari pada memihak kepada rakyat.

Masih berlakunya produk-produk hukum kolonial memang ditolerir berdasarkan pasal II Aturan Peralihan UUD 1945. Dengan alasan, untuk mencegah terjadinya kekosongan hukum. Menurut kami itu bukan alasan, bukan persoalan das sein dan das sollen, karena jika beralasan itu semua karena das sein dan das sollen berarti 2 hal ini adalah sebuah alasan untuk tidak mewujudkan sebuah cita-cita. Masih banyaknya produk hukum warisan kolonial, karena sesuai politik hukum yang digariskan dalam GBHN, baik GBHN 1999-2004 maupun sebelumnya, penyusunan produk-produk baru diprioritaskan bagi materi hukum yang mendukung tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Dalam GBHN 1999 bab IV A butir 7 dinyatakan, bahwa pengembangan peraturan perundang-undangan diarahkan pada perundang-undangan yang mendukung kegiatan perekonomian dalam menghadapi era perdagangan bebas.

Dapat diartikan, jika wacana diatas disesuaikan dengan GBHN lalu yang menjadi pertanyaansudah sesuaikah dengan dasar negara pancasila? Dan apakah pembaharuan sistem hukum itu hanya menyentuh masalah perekonomian untuk perdagangan bebas?

Sementara dapat kita ketahui bahwa efek pasar bebas saat ini dapat membunuh industri kecil dalam negeri. Dan jika pemerintah benar-benar ingin bersaing dipasar bebas, realisasi apa yang sudah dilakukan untuk memajukan industri dalam negeri ? pembaharuan sistem penegakan hukum adalah pembaruan secara menyeluruh pada bidang-bidang hukum, bukan pembaharuan dalam arti secara tambal sulam atau oplosan yaitu sebagian hukum kolonial sebagian hukum Indonesia. “minuman saja jika dioplos bisa bahaya, sama halnya seperti hukum jika dioplos maka akan menjadi seperti sekarang ini. Bahwa hukum itu hanya untuk orang-orang lemah, orang bawah, rakyat akar rumput. Sedangkan hukum untuk penguasa tidak ada, inilah yang kami maksud “hukum itu tajam kebawah, tetapi tumpul dan lembek keatas”.

Berikut ini adalah hasil pemaparan terhadap suatu wacana mengenai “sistem hukum yang dicita-citakan rakyat Indonesia di luar hukum peninggalan penjajah”. Hukum yang seharusnya mengayomi dan bukan hukum yang menjadi suatu alat untuk menindas dan apalagi menakuti rakyat.

Sebagai mahasiswa fakultas hukum hanya mencoba menggambarkan apa yang seharusnya ada dalam sistem pembaharuan hukum di Indonesia berdasarkan perenungan dalam melihat sistem hukum di Indonesia, mengambil beberapa sumber hanya sebagai bahan referensi bukan sebagai turutan, walaupun dalam buku ini banyak turutan. Kalau semua turutan itu dipakai maka akan hancur. Karena negara ini bukan milik individu tetapi seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke. Kalau ada 10 turutan saja, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, mau nurut siapa?


serangga langka di Indonesia

Sebenernya banyak sekali hewan dan tumbuhan langka yang ada di Indonesia, tapi masih banyak orang yang tidak mengetahui akan hal ini. Indonesia kaya akan sumberdaya alamnya, kalau orang-orang kita tidak sibuk dengan korupsi dan mencintai tanah airnya, banyak sekali potensi alam yang melimpah yang bisa dimanfaatkan bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Bentangan alam Indonesia yang indah menyimpan potensi wisata yang eksotik. Saya semakin mencintai Indonesia ketika berkunjung ke tempat-tempat yang masih jarang dikunjungi orang, karna alam Indonesia yang di Anugerahkan yang Maha Kuasa kepada Bangsa Inddonesia ini sangatlah Indah. Tapi yang menjadi pemikiran di benak saya kenapa putra-putri Indonesia malah cenderung bangga dengan produk asing, padahal di negerinya sendiri segala macam apa yang ada disini sudah melebihi apa yang ada di negara-negara lain.

Disini saya akan membahas mengenai serangga unik yang pernah saya temui, dan saya berpikir bahwa serangga semacam ini termasuk binatang langka karena jarang sekali ditemukan keberadaanya.

Saya meyakini bahwa masih banyak hewan langka yang belum ditemukan, dan say juga meyakini bahwa masih terdapat banyak di Indonesia. Marilah sebagai anak-anak atau putra-putri bangsa Indonesia, kita mencintai negeri kita ini, karena taman eden yang sesungguhnya itu ada disini di bumi Indonesia, kalau bukan kita yang mencintai negeri ini lalu siapa lagi.

Saya belum mendapatkan informasi mengenai nama dari serangga ini, baik nama ilmiah maupun nama yang di nobatkan oleh orang indonesia pribumi mengenai nama serangga ini. Tapi mohon diralat apabila saya menyebutnya dengan seranga "ngkis-ngkis".


Minggu, 21 Oktober 2012

desain kaos (tangandewa)


 agel n devil shirt




gue ga peduli kata orang,..peduli setan..gue punya gambar desain kaos, distro maupun kaos futsal,.kata orang sih desain gw jelek,...bodo amat dch,.orang hanya bisa mencela hasil karya kita tanpa memberi apresiasi sdikit pun, biasanya orang itu malah ga bisa apa-apa..karna keahlianya adalah mencela, atau mencocotkan hasil karya orang lain. orang macam itu pantes di panggil "puki"..






thank for loving me